Selasa, 27 September 2011

Hidup ini adalah Proses

Hidup ini adalah proses, mengapa?. semua kehidupan yang kita jalani ini adalah suatu proses dimana nantinnya kita akan hidup di alam lain.
1. proses terciptanya manusia
kehidupan ini diawali dengan proses penciptaan manusia, kedua orang tua kita dengan cinta dan sayangnnya akhirnnya kita menjadi genarasi baru yang menggantikan mereka. dari setitik air hina (seperti kata H. Rhoma Irama dalam lagunnya), kemudian kita dijadikan segumpal darah, dari segumpal darah kita dijadikan segumpal daging, dan akhirnya jadilah bayi yang selama 9 bulan dikandung oleh ibu kita dan kemudian lahir kedunia.
2. proses menjadi dewasa
manusia setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu, akhirnnya menjadi anak-anak dengan proses merangkak, beridir, bicara, tumbuh gigi dan hingga menjadi dewasa.
3. proses dalam dunia pendidikan
pendidikan untuk mendewasakan kita bermula dari pendidikan yang diberikan oleh kedua orang tua kita, kemudian kita diberi pendidikan jenjang TK, SD,SLT, SLTA, Perguruan Tinggi. 
4. proses mendapatkan pekerjaan
kehidupan ini memerlukan makan, tempat tinggal, pakaian dsb. kebutuhan tersebut dapat diperoleh ketika manusia telah mengenal uang, untuk mendapatkan uang manusia memrlukan pekerjaan. seseorang ketika ingin mendapatka kerja juga melalui proses yang dimulai dari membuat surat lamaran hingga diterima untuk bekerja.
5. proses kematian
tujuan manusia yang terakhir adalah kematian. seseorang ketika mengalami kematian juga melalui proses, sperti sakit,dsb.

itulah sekelumit penjabaran tentang argumen penulis yang menyatakan bahwa Hidup Ini adalah Proses, enteh proses mudah maupun sulit, kita harus menjalani dengan sabar dan selalu berusaha disertai dengan doa. penulis mencontohkan sedikit pengalaman ketika ingin meraih gelar sarjana, proses bermula dari pendaftaran menjadi mahasiswa di sebuah universitas, setelah melalui proses panjang akhirnnya penulis menjadi seorang mahasiswa. pada saat penyelesaian studi penulis juga melalui prose dalam penyusunan skripsi. penulis berharap tulisan ini akan menjadikan seseorang lebih bersifat sabar ketika ingin meraih kesuksesan.

Sabtu, 10 September 2011

Nasib Petani di Laantula Jaya

Indonesia merupakan negara agraris, mengapa? karena sebagaian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. petani merupakan penduduk Indonesia yang sangat berjasa demi kelangsungan hidup bangsa, bayangkan seandaiannya di Dunia Ini tidak ada Petani mungkin kita kagak makan nasi. petani merupakan pahlawan pangan bagi seluruh dunia, sudah seyogyannya perhatian seharusnya lebih di utamakan kepada para petani.
Desa Laantula Jaya merupakan tempat tinggal para petani sawah, tempat mencari nafkah demi kelangsungan hidup. desa laantula Jaya terletak di Kecamatan WitaPonda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. penduduknya merupakan warga ekstransmigrasi. transmigrasi di Desa Laantula Jaya terjadi pada tahun 1985 dengan memberangkatkan 100 kk untuk penghuni pertama. next kita kembali ke pokok permasalahan tentang nasib  petani di Desa Laantula Jaya.
petani merupakan sebagian penduduk yang nasibnya selalu di ombang- ambingkan, dengan alasan yang menurut penulis masuk akal!
1. masalah pengelolaan
kita lihat sendiri, begitu mahalnnya biaya untuk mulai mengerjakan sawah, dari traktor, sampai upah para pekerja lainnya. kemudian harga pestisida untuk mencegang tanaman dari serangan hama dan masih banyak lagi untuk permulaan.
2. perawatan, pupuk dan obat- obatan untuk perawatan demi panen yang melimpah. pernah terbayangkan dibenak anda betapa pusingnnya seorang petani mencari pinjaman uang untuk mengupayakan pupuk demi tanaman mereka. pembentukan kelompok tani di Desa Laantula Jaya sama sekali tidak merubah nasib para petani. tiap musim tanam harga pupuk yang disubsidi pemerintah selalu naik juga jadi sama dengan bohong, kalau mau bantu ya bantu aja jangan dinaikin terus harga pupuknya.
3. hasil panen, fenomena ini selalu begitu setiap tahunnya tanpa ada perubahan, setiap produksi banyak harga turun dan ketika produksi turun harga dinaikkan. kenapa tidak ada yang berpihak kepada petani. tengkulah adalah salah satu masalah yang selama ini tidak bisa terselelsaikan, kasian petani, mereka yang kerja kena panas, penegluaran banyakn tetapi kenapa yang untung selalu tengkulak.
4. jalan tani, untuk mengelurkan hasil panen mereka dari tengah sawah hingga sampai ke rumah petani harus mengeluarkan lagi uang, jadi di mana keuntungan petani dengan hasil panennya. seandainnya saja ada sedikit perhatian tentang kondisi jalan tani yaaaaa itung- itung bisa mengurangi pengeluaran petani, itu sudah alhamdulillah.
dari empat uraian diatas kiranmnya sudah mewakili semua keluhan para petani di Desa Laantula Jaya khususnya dan petani seluruh Indonesia pada umumnnya. namun penulis berharap jangan sampai petani Indonesia berkecil hati hingga harus macet dalam mengolah sawah mereka. semanggaaaaaaaat petani